Perilaku konsumen 2
Pengertian Kelompok Referensi
Sebuah kelompok
(group) merupakan kumpulan dari dua atau lebih orang-orang yang saling
berinteraksi untuk mencapai tujuan yang sama, tujuan tersebut bisa merupakan
tujuan individu ataupun tujuan bersama. Kelompok mempengaruhi pembelian dalam
dua cara, pertama kelompok mempengaruhi pembelian yang dibuat oleh seorang
konsumen. Kedua, anggota-anggota kelompok sering kali membuat keputusan
bersama-sama sebagai sebuah kelompok.
Pengaruh Kelompok
a. Pengaruh Normatif
pengaruh normatif adalah pengaruh dari
kelompok acuan terhadap seseorang melalui norma-norma sosial yang harus
dipatuhi dan diikuti. Pengaruh normatif akan semakin kuat terhadap seseorang
untuk mengikuti kelompok referensi jika ada tekanan kuat untuk mematuhi
norma-norma yang ada, penerimaan sosial sebagai motivasi kuat, dan produk dan
jasa yang dibeli akan terlihat sebagai simbol dari norma sosial. Contohnya
seperti seorang konsumen cenderung akan mengikuti apa yang dikatakan atau
disarankan oleh kelompok referensi jika ada tekanan kuat untuk mengikuti
norma-norma yang ada. Motivasi untuk mematuhi norma seringkali tidak cukup kuat
untuk mempengaruhi perilaku seseorang, kecuali jika produk atau jasa yang akan
dibeli menggambarkan publicly conspicuous (produk yang terlihat pemakaiannya
oleh orang lain, misalnya mobil, rumah, dan pakaian) dalam pembelian dan
pemakaiannya.
b. Pengaruh Ekspresi Nilai
Kelompok referensi
akan mempengaruhi seseorang melalui fungsinya sebagai pembawa ekspresi nilai.
Seorang konsumen akan membeli kendaraan mewah dengan tujuan agar orang lain
bisa memandangnya sebagai orang yang sukses atau kendaraan tersebut dapat
meningkatkan citra dirinya. Konsumen
tersebut merasa bahwa orang-orang yang memilki kendaraan mewah akan dihargai
dan dikagumi oleh orang lain. Konsumen memiliki pandangan bahwa orang lain
menilai kesuksesan seseorang dicirikan oleh
pemilikan kendaraan mewah, karena itu ia berusaha memiliki kendaraan
tersebut agar bisa dipandang sebagai
seseorang yang telah sukses.
c. Pengaruh Informasi
Kelompok referensi akan mempengaruhi
pilihan produk atau merek dari seorang konsumen, karena kelompok acuan tersebut
sangat dipercaya sarannya, karena ia memiliki pengetahuan dan informasi yang
lebih baik. seorang dokter adalah kelompok acuan bagi para pasiennya. Apapun
obat yang disarankan oleh dokter, biasanya diikuti oleh pasiennya. Pasien
menganggap bahwa dokter memiliki pengetahuan dan informasi yang dipercaya,
selain itu secara sosial dan peraturan, dokter adalah profesi yang memilki
otoritas dalam membuat resep obat.
KELUARGA
Pengertian
Keluarga
Keluarga (family) adalah
kelompok yang terdiri dari dua atau lebih orang yang berhubungan melalui darah,
perkawinan atau adopsi dan tinggal bersama. Keluarga inti (nuclear family)
adalah kelompok langsung yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak yang tingga bersama.
Keluarga besar (extended family) mencakup keluarga inti, ditambah kerabat lain,
seperti kakek-nenek, paman dan bibi, sepupu dan kerabat karena perkawinan.
Keluarga dimana seseorang dilahirkan disebut keluarga orientasi (family of
orientation), sementara keluarga yang ditegakkan melalui perkawinan adalah
keluarga prokreasi (family of procreation). Jadi, Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas
kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat
di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
ALASAN KELUARGA MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN
Keluarga mempunyai pengaruh
penting dalam perilaku konsumen, yakni: Pertama, banyak produk yang dibeli oleh
konsumen ganda yang bertindak sebagai unit keluarga. Rumah adalah contoh produk
yang dibeli oleh kedua pasangan, barangkali dengan melibatkan anak,
kakek-nenek, atau anggota lain dari keluarga besar. Mobil biasanya dibeli oleh
keluarga, dengan kedua pasangan dan kerap anak remaja mereka terlibat dalam
pelbagai tahap keputusan. Bentuk favorit dari kegiatan waktu senggang bagi
banyak keluarga adalah berkunjung ke pusat perbelanjaan setempat. Kunjungan
tersebut melibatkan banyak anggota
keluarga yang membeli pelbagai barang rumah tangga, busana, dan barangkali
bahan makanan. Perjalanan tersebut mungkin pula melibatkan semua anggota dalam
memutuskan di restoran fast-food mana untuk membelanjakan pendapatan keluarga
yang dapat digunakan.
Kedua, bahkan ketika
pembelian dibuat oleh individu, keputusan pembelian individu bersangkutan
mungkin sangat dipengaruhi oleh anggota lain.dalam
keluarganya. Anak-anak mungkin membeli pakaian yang dibiayai dan disetujui oleh
orang tua. Pengaruh seorang remaja mungkin pula besar sekali pada pembelian
pakaian orangtua. Pasangan hidup dan saudara kandung bersaing satu sama lain
dalam keputusan tentang bagaimana pendapatan keluarga akan dialoksikan untuk
keinginan individual mereka. Orang yang bertanggung jawab untuk pembelian dan
persiapan makanan keluarga mungkin bertindak sebagai individu di pasar swlayan,
tetapi dipengaruhi oleh preferensi dan kekuasaan anggota lain dalam keluarga.
Konsumen tersebut mungkin menyukai makanan dan kegiatan waktu senggang yang
sama, dan mengemudikan merek mobil yang sama dengan anggota yang lain dalam
keluarga. Pengaruh keluarga dalam keputusan konsumen benar-benar meresap.
PERANAN KELUARGA TERHADAP PERILAKU KONSUMEN
Pada dasarnya setiap keluarga mempunyai peranan
yaitu, Peranan keluarga menggambarkan seperangkat perilaku antar pribadi,
sifat, kegiatan yang berhubungan dengan pribadi dalam posisi dan situasi tertentu.
Peranan pribadi dalam keluarga didasari oleh harapan dan pola perilaku dari
keluarga, kelompok dan masyarakat.
a. Ayah
sebagai suami dari istri dan ayah dari anak-anaknya, berperan sebagai pencari
nafkah, pendidik, pelindung dan pemberi rasa aman, sebagai kepala keluarga,
sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota dari kelompok
sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya. Sebagai istri
dan ibu dari anak-anaknya, ibu mempunyai peranan untuk mengurus rumah tangga,
sebagai pengasuh dan pendidik anak-anaknya, pelindung dan sebagai salah satu
kelompok dari peranan sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari
lingkungannya, disamping itu juga ibu dapat berperan sebagai pencari nafkah
tambahan dalam keluarganya. Anak-anak melaksanakan peranan psikosial sesuai
dengan tingkat perkembangannya baik fisik, mental, sosial, dan spiritual.
b. Seorang
anak yang biasanya berperan sebagai pengguna akhir dari produk yang dibeli
dapat memberi pengaruh yang tidak kecil pada pengambilan keputusan pembelian
suatu barang dalam keluarganya. Biasanya anak mencoba memberi pengaruh pada
orang tuanya untuk membeli.Walaupun anak tidak mendominasi pengambilan
keputusan beli, mereka mempunyai potensi yang besar untuk membentuk aliansi
baik dengan ayahnya maupun dengan ibunya dalam membentuk mayoritas pengambilan
keputusan beli. Anak bisa berpengaruh pada setiap tahap proses membeli kecuali
pada keputusan berapa banyak uang yang akan dibelanjakan.
Keputusan konsumsi keluarga melibatkan
setidaknya lima peranan yang dapat didefinisikan. Peranan-peranan ini mungkin
dipegang oleh suami, istri, anak, atau anggota lain dalam rumah tangga.
1.
Penjaga pintu
(gatekeeper). Inisiator pemikiran keluarga mengenai pembelian produk dan
pengumpulan informasi untuk membantu pengambilan keputusan.
2.
Pemberi pengaruh
(influencer). Individu yang opininya dicari sehubungan dengan kriteria yang
harus digunakan oleh keluarga dalam pembelian dan produk atau merek mana yang
paling mungkin cocok dengan kriteria evaluasi itu.
3.
Pengambil keputusan
(decider). Orang dengan wewenang atau kekuasaan keuangan untuk memilih
bagaimana uang keluarga akan dibelanjakan dan produk atau merek apa yang yang
akan dipilih.
4.
Pembeli (buyer). Orang
yang bertindak sebagai agen pembelian yang mengunjungi toko, menghubungi
penyuplai, menulis cek, membawa produk kerumah, dan seterusnya.
5.
Pemakai (user). Orang
yang menggunakan produk
Peran instrumental, yang
juga dikenal sebagai peran fungsional atau ekonomi, melibatkan aspek keuangan,
karakter performasi, dan sifat “fungsional” lain seperti kondisi pembelian.
Peranan ekspresif melibatkan dukungan kepada anggota keluarga yang lain dalam
proses pengambilan keputusan dan kebutuhan estetik atau emosi keluarga,
termasuk penegakan norma keluarga. Sebagai anggota keluarga mungkin memenuhi
baik peran instrumental maupun peran ekspresif, bergantung pada jenis keputusan
pembelian dan karakteristik individual dari anggota keluarga yang bersangkutan.
PENGARUH
KELOMPOK REFERENSI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KAWASAKI NINJA 250 CC
Di Indonesia Jenis
sepeda motor ada beberapa macam yaitu motor bebek, matik/skutik dan motor
sport. Pada
saat ini perkembangan motor sport di Indonesia mengalami peningkatan khususnya
berkapasitas 250 cc. Sepeda motor 250 cc merupakan produk kelas premium untuk
kalangan menengah keatas mereka membeli sepeda motor ini bukan hanya di lihat
dari segi manfaatnya saja melainkan untuk menunjukkan kelas sosial serta kepuasaan
pemakainya karena sepeda motor ini masih tidak terlalu banyak di bandingkan
sepeda motor pada umumnya. PT. Kawasaki Motor Indonesia merangkul kehadiran klub dan komunitas motor
karena mampu memberikan pengaruh terhadap industri dan pasar, meyakinkan merek
yang digemari dan yang terbaik ke pada lingkungannya yang akhirnya akan
meningkatkan penjualan. Para pemegang merek menggunakan kelompok referensi yang dapat melakukan komunikasi terhadap
pelanggan dan calon pelanggan
tentang Kawasaki. Perannya menjadi khas karena ini digerakkan sendiri oleh pelanggan
dimana mereka melakukan interaksi.
Pengaruh
Kelompok Acuan Dan Keluarga Terhadap Keputusan Pembelian Batik Tulis Jetis Pada
Toko Amri Jaya Sidoarjo
Berdasarkan hasil penelitian ini juga dapat dilihat bahwa
variabel bebas yaitu keluarga (X2) yang indikatornya terdiri dari initiator,
influencer, gate keeper, decider, buyer, dan user terbukti berpengaruh dominan
signifikan terhadap keputusan pembelian batik tulis Jetis pada toko Amri Jaya Sidoarjo.
Dalam penelitian ini, peran anggota keluarga yang mempunyai pengalaman sebagai
konsumen batik sangat mempengaruhi anggota keluarga lain untuk mengambil
keputusan dalam pembelian. Hal itu dapat dilihat dari beberapa peran anggota
keluarga, diantaranya:
1. sebagai initiator, anggota keluarga yang
memiliki idea tau gagasan untuk membeli batik tulis. Karena batik tulis sedang
dibutuhkan pada saat itu.
2. sebagai, influencer, anggota keluarga yang
memberikan pengaruh kepada anggota keluarga lain untuk mengambil keputusan
membeli batik tulis Jetis. Karena ia merasa puas dengan kualitas batik yang
bagus sehingga ia memberikan rekomendasi kepada anggota keluarga yang lain agar
membeli batik tulis Jetis di tempat yang sama.
3. sebagai gate keeper, anggota keluarga
yang mengontrol arus informasi mengenai batik tulis. Karena salah satu anggota
keluarga telah memiliki pengetahuan yang lebih tentang batik, maka ia memberikan
informasi yang cukup detail mengenai batik tulis kepada anggota keluarga lain.
4. sebagai decider, anggota keluarga yang
menentukan membeli atau tidak terhadap batik tulis. Biasanya peran decider ini
berlaku pada keputusan orang tua yang diikuti oleh anak-anaknya.
5. sebagai buyer, anggota keluarga yang
dengan nyata melakukan pembelian batik tulis. Peran buyer ini terbagi menjadi
dua kategori. Pertama, pembeli yang mengkonsumsi atau memakai sendiri batik
tulis tersebut. Kedua, pembeli yang mebeli batik tulis untuk dipakai oleh
anggota keluarga lain.
6. sebagai user, anggota keluarga yang
menggunakan batik tulis. Biasanya peran user ini berlaku pada seorang anggota
keluarga yang sekedar memakai pakaian batik tulis tersebut.
Komentar
Posting Komentar